CRITICAL REPORT

CRITICAL REPORT

Windah Supartini, Hindarto, “Sistem Pakar Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Dalam Mendiagnosis Dini Penyakit Tuberkulosis di Jawa Timur”, Jurnal Kinetik, Vol. No. 3 / November 2016, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, ISSN : 2503 – 2259.

1.     Field Establishment
·      Kesadaran akan kesehatan masyarakat yang masih rendah, kebiasaan hidup dari masyarakat yang kurang sehat, pengetahuan masyarakat yang sedikit akan gejala – gejala awal dari suatu penyakit.
·      Kuman atau bakteri penyakit banyak menyebar melalui udara pada sekeliling kita seperti pada saat berbicara, batuk dan bersin.

2.      Masalah
·        Tuberkulosis adalah penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh kelompok Mycobacterium.
·        Jumlah pasien TBC di Indonesia merupakan jumlah tertinggi ke – 3 di dunia dengan presentase sebesar 5,8%.
·        Tuberkulosis adalah penyebab kematian no. 1 dari golongan penyakit infeksi, dan no. 3 kematian pada semua kelompok usia setelah penyakit jantungdan saluran pernafasan. 
·        Perlu adanya suatu sistem untuk mendiagnosa suatu penyakit, masyarakat mendapatkan informasi gejala penyakit yang diderita, jenis penyakit, dan solusi.

3.      Solusi
·        Sistem pakar adalah salah satu cara untuk mencari solusi untuk mengetahui informasi tentang penyakit yang dibahas oleh ahli kesehatan.
·        Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tuberkulosis dengan Metode Forward Chaining Berbasis web ini untuk menentukan penyakit tuberkulosis yang diderita.
·        Penyakit tuberkulosis dapat dikenali melalui gejala-gejala  penyakit tuberkulosis.
·        Sistem dapat mendeteksi penyakit tuberkulosis pada pengguna dengan menjawab pertanyaan, dapat mengetahui tentang keterangan penyakit yang diderita, dan solusi penyakit tersebut.
·        Masyarakat (user) dapat melakukan mencari informasi, konsultasi, ataupun solusi untuk penyakit tuberkulosissecara jelas, lengkap, cepat, dan tepat.

4.      Evaluasi
·        Hasil dari kajian, analisis, dan pengamatan terdapat 26 gejala dan 3 jenis penyakit tuberkulosis.
·        Penelitian ini menggunakan metode inferensi forward chaining
·        Wawancara dilakukan secara langsung kepada dokter spesialis penyakit tuberkulosis untuk mendapatkan informasi.
·        Tampilan halaman home utama, menu user, menu pasien, form diagnose user, hasil diagnosa adalah halaman yang dapat diakses oleh user.
·        Penelitian ini memiliki nilai keakuratan sebesar 93,333% dan nilai error sebesar 6,667% untuk uji coba 15 pasien.

5.      Kontribusi
·        Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tuberkulosis dengan Metode Forward Chaining Berbasis Web ini dapat membantu masyarakat (user) yang menderita penyakit tuberkulosis dalam mendiagnosis penyakit tuberkulosis dengan gejala – gejala dan jenis penyakit yang diderita.
·        Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tuberkulosis dengan Metode Forward Chaining Berbasis Web ini mengefisienkan dan mempermudah seseorang dalam mengetahui atau mendiagnosa sejak dini dari penyakit tuberkulosis dengan cepat.
·        Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tuberkulosis dengan Metode Forward Chaining Berbasis Web ini dapat menekan angaka kematian yang disebabkan oleh penyakit tuberkulosis karena dapat mendeteksi dini gejala penyakit tuberkulosis.

6.      Critical Review
§  Good : 
·      Jurnal ini menjelaskan pembuatan aplikasi sistem pakar penyakit tuberkulosis  dengan metode forward chaining yang mempermudah masyarakat dalam mendiagnosa penyakit tuberkulosis secara cepat dan tepat.
·      Jurnal ini mampu menghasilkan solusi yang diinginkan atau dibutuhkan oleh masyarakat (user) khususnya bagi pengidap penyakit tuberkulosis itu sendiri.

§  Bad : 
·      Dalam penggunaan metode, jurnal ini hanya memberikan satu metode yaitu forward chaining sehingga tidak dapat dibandingkan untuk pengembangan dari sistem.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Experience studying at home during covid-19

PENERAPAN ITIL PADA BANK MANDIRI

Review BookMyShow